Perbandingan Antara Metode Single Eksponensial Smoothing dan Metode Dekomposisi untuk Meramalkan Volume Penjualan Premium Tahun 2015 pada SPBU Tinambung
Author
Muh, Alwi Hajir
Syafruddin Side, M.Si., P.hD
Ana Muliana M, S.Si., M.Pd
Abstract
Penelitian ini merupakan aplikasi dari statistika yakni metode Single Eksponensial Smoothing dan metode Dekomposisi yang bertujuan untuk meramalkan volume penjualan premium untuk Tahun 2015 pada SPBU Tinambung, dengan teknik pengambilan data sekunder berdasarkan hasil penjualan premium dari Tahun 2012 2014 di SPBU Tinambung. Metode Single Eksponensial Smoothing merupakan suatu metode yang prosedurnya mengulang perhitungan secara terus menerus dengan menggunakan data yang terbaru. Sedangkan, metode Dekomposisi merupakan suatu metode yang memecah data berdasarkan empat komponen utarna penyusun data runtun waktu, yaitu Trend, Musiman, Siklis (Siklus), dan Random.Hasil dari kedua metode dibandingkan dengan menggunakan alat ukur ketepatan peramalan, yaitu Mean Absolute Eror (MAE) dan Mean Absolute Percentage Eror (MAPE), nilai yang memiliki tingkat kesalahan terkecil dari nilai MAE & MAPE tersebut yang dipilih. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh untuk metode Single Eksponensial Smoothing memiliki nilai MAE =743.257,55 dan MAPE = 9,090295 dengan peramalan volume penjualan premium di tahun 2015 sekitar 8.037.479,60 liter. Sedangkan, untuk metode Dekompisisi memiliki nilai MAE = 119.129,94 dan MAPE = 6,455871 dengan peramalan volume penjualan premium di tahun 2015 sekitar 8.683.740,08 liter. Sehingga, dari penclitian ini diperoleh bahwa metode Dekomposisi lebih tepat dan baik digunakan dalam meramalkan volume penjualan premium untuk Tahun 2015 pada SPBU Tinambung.