Bootstrap
fmipaunsulbar@unsulbar.ac.id

Identifikasi Autokorelasi Spasial pada jumlah pengangguran di Kabupaten Majene Menggunakan Indeks Moran


Author
Susan Altifah
Rahmawati, S.Si., M.Si.
Darma Ekawati, S.Pd., M.Sc.
Abstract

Autokorelasi spasial adalah korelasi antara variabel dengan dirinya sendiri berdasarkan ruang atau dapat juga diartikan suatu ukuran kemiripan dari objek di dalam satu ruang (jarak, waktu dan wilayah). Pada penelitian ini peneliti akan meneliti model Autokorelasi spasial dan pola penyebaran jumlah pengangguran di Kabupaten Majene. Metode yang digunakan yaitu metode Indeks moran, Indeks moran merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menghitung autokolerasi spasial secara global. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majene dari 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Banggae, Kecamatan Banggae Timur, Kecamatan Malunda, Kecamatan Pamboang, Kecamatan Sendana, Kecamatan Tammerodo, Kecamatan Tubo dan Kecamatan Ulumanda. Dari hasil data jumlah pengangguran di Kabupaten Majene dapat dilihat bahwa Indeks Moran sebesar 0,769 itu berarti data pengangguran Kabupaten Majene memiliki ketergantungan positif artinya jika jumlah pengangguran di suatu kecamatan kecil maka jumlah pengangguran di kecamatan sekitarnya juga kecil dan jika jumlah pengangguran di suatu kecamatan besar maka jumlah pengangguran di kecamatan sekitarnya juga besar.

View/Open
Login untuk akses file !
Back to home